Petisi Online Yang Meminta PPP Hilangkan Ka'bah Dari Lambang Partai Diserbu Netizen

Kedua Ketum PPP yang tertangkap KPK (foto: RRI)
BANDA ACEH | Proporsi.id - Sebuah petisi muncul di website change.org yang isinya mensomasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP-PPP), agar segera menghilangkan atau mengganti gambar ka'bah, yang selama ini menjadi kiblat ummat Islam dari lambang partai tersebut.

"TOLAK GAMBAR KA'BAH MENJADI LAMBANG PARTAI", demikian judul petisi online tersebut.

Sejak dipublish beberapa saat yang lalu (20/03/2019) oleh akun yang menamakan diri Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), petisi tersebut terlihat langsung diserbu oleh netizen untuk ditandatangani.

Dalam postingannya itu, YARA juga turut melampirkan foto Surat Somasi yang ditujukan kepada DPP-PPP, terkait hal yang sama. Surat tersebut terlihat dikeluarkan pada tanggal 19 Maret 2019 kemarin.

Sebagaimana diberitakan Serambinews.com kemarin, Penangkapan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy dalam operasi tangkap tangan yang Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK, di restoran Hotel Bumi, Surabaya, Jumat (15/3/2019) menimbulkan keprihatinan di banyak kalangan.

Salah satunya Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), yang bereaksi dengan mengirimkan somasi kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) di Jakarta, agar mengganti gambar Kakbah di lambang partai itu.

“Kami juga meminta kepada DPP PPP agar berkerja sama dengan KPK dalam upaya pembersihan kader partai yang terlibat KKN, agar PPP sebagai partai rumah besar umat Islam benar-benar bersih dari perilaku yang dilarang dalam Islam,” demikian antara lain bunyi surat somasi yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH.

Dikonfirmasi Serambinews.com, Selasa (19/3/2019), kata Safaruddin menjawab Serambinews.com, via pesan Whatsapp, surat somasi ini sudah dikirimkan ke DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 60 RT 1/RW 2, Menteng, Jakarta Pusat.

Ditanya tentang dasar somasi tersebut, Safaruddin menjelaskan, penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuzy (Romi) dalam kasus dugaan korupsi, telah mencoreng nilai-nilai Islam yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Diketahui, PPP adalah partai yang berazaskan Islam dan menggunakan gambar Kakbah (kiblat ummat Islam) sebagai lambang partai.

“Tentu sangat ironis ketika ketua umum partai ini tertangkap tangan dalam kasus dugaan korupsi atau suap menyuap. Apalagi ini adalah yang kedua kalinya ketua umum PPP tersandung kasus korupsi,” kata Safaruddin.

“Maka, untuk menjaga marwah ummat Islam di Indonesia dan seluruh dunia, sebaiknya PPP tidak lagi menggunakan gambar Kakbah sebagai logo partai mereka,” lanjut Safaruddin.

Safaruddin mengatakan, pihaknya menunggu tanggapan dari DPP PPP selama satu bulan, dari tanggal surat tersebut.

Hingga berita ini dirilis, belum jelas bagaimana tanggapan resmi dari pihak DPP-PPP terkait somasi ataupun petisi dimaksud.

Tertarik untuk ikut mendukung YARA dan menandatangani petisi tersebut? Silahkan kunjungi tautan berikut ini: https://www.change.org/p/umat-islam-tolak-gambar-ka-bah-menjadi-lambang-partai []

Post a Comment

0 Comments