![]() |
| Katie Hopkins | Mirror.co.uk |
Dalam video tersebut Katie menuding bahwa banyaknya populasi muslim asal Maroko dan Turki yang mendiami Kota Utrecht, menjadi faktor pemicu terjadinya aksi teror di kota tersebut.
"...ada spekulasi di jalan-jalan bahwa serangan itu bukan serangan teror dan mungkin itu adalah pembunuhan demi kehormatan. Seorang anak lelaki keluar untuk membunuh, anggota keluarganya dan orang-orang mengatakan dengan baik bahwa itu bukan serangan teror. Jadi tidak apa-apa. Dan kurasa ini merupakan bentuk kegilaan yang merembet masuk ke Eropa Barat", cetusnya.
Menurutnya, ada daerah kecil di luar kota Utrecht yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki, yang dikenal sebagai Maroko mini. 82% dari populasi ada yang dari Maroko atau dari Turki.
"Dan saya kira begitu Anda mulai memiliki representasi berlebihan yang signifikan dari satu budaya atau agama tertentu, maka pembunuhan demi kehormatan menjadi hal yang wajar, atau mereka menjadi preferensi terhadap serangan teror. Aku bertanya-tanya kegilaan macam apa yang sudah biasa kita percayai di tempat ini", tambah Katie yang dikenal sebagai Kolumnis Inggris Anti-Islam tersebut.
Spontan pernyataan Presenter kontroversial tersebut mendapat kecaman dari warga Utrecht dan Belanda secara umum. Melalui kolom komentar di postingan twitter Katie Hopkins tersebut, netizen di Negeri Kincir Angin ini menyampaikan berbagai bentuk kecaman, bahkan ada yang langsung meminta Katie angkat kaki dari kota mereka.
Para netizen menganggap bahwa statemen Katie itu bisa memicu perpecahan antar warga di Utrech dan juga Belanda.
"Saya belum pernah dalam 30 tahun saya tinggal di Utrecht mendengar ada bagian dari Utrecht disebut Maroko Mini. Anda sadar bahwa pekerja keras Maroko dan Turki diundang ke sini pada tahun 60an dan 70an untuk bekerja? Mereka telah cukup menderita karena ketidakpedulian dan rasisme hingga menjadi minoritas kecil", tulis @christabelaroo.
Sementara netizen lain dengan nama akun @patrickshouts, menulis:
"Fakta bahwa Katie Hopkins telah memutuskan sendiri untuk melakukan perjalanan ke kota saya dan membuat hari yang mengerikan ini tentang dirinya, benar-benar membuat saya sangat marah".
Komentar pedas lainnya datang dari akun bernama @KenBokko, yang menulis:
"Tidak mengizinkan Anda masuk ke negara kami akan menjadi keuntungan pertama Brexit. YFC".
Kecaman juga datang dari @gregjmchugh :
"Tidak ada poin yang masuk akal - hanya senyuman. Senang membayangkan orang bereaksi terhadap sebuah pos, mengetahui Anda akan memiliki sesuatu untuk diperiksa di ponsel Anda. Kenangan apa yang akan Anda miliki Katie Hopkins? Momen kebanggaan apa yang akan Anda sampaikan - yang dapat Anda bagikan dengan keluarga Anda? Sangat sedih".
"Saya tidak bisa bahasa Belanda, tetapi dugaan saya adalah sebagian besar dari mereka yang berkomentar di sini, tidak ingin Anda tetap berada disini dengan nyaman!", tulis @Bald_Eagle_
yang ikut nimbrung di postingan twitter tersebut.
Update on the ground in #Utrecht pic.twitter.com/ZoTe0sbqoj— Katie Hopkins (@KTHopkins) March 18, 2019
Selama di Belanda, Hopkins akan tampil di acara talk show larut malam dipandu Robert Jensen yang membahas tentang Brexit, petani kulit putih di Afrika Selatan dan 'kegilaan di Inggris'.
Ini bukan kali pertama Katie dihujat karena menghina agama Islam atau pihak lain. Sebelumnya ia juga pernah berkicau di Twitter tentang pandangannya terhadap bulan Ramadhan, bulan suci umat Islam sedunia secara sarkastis.
Seperti dilansir nationalheadlines, Katie berkicau, "Ramadhan biasanya diikuti dengan kekerasan di Timur tengah. Saya marah jika saya tidak makan, tapi saya tidak peduli dengan ini. Agama cinta damai?“ kicaunya.
Selain itu, Katie juga meng-up load gambar makanan dan kembali berkicau, “Kalian merayakan Ramadhan? Ini gambar kue lezat. Rainbow cake. #itsgoodtobegay.”
Di tahun 2013, Katie pernah mengatakan, “Big isn’t beautiful.” Kalimat ini kemudian dianggap penghinaan terhadap orang-orang gemuk.
Laporan Terkait Insiden Penembakan Trem di Utrecht
Ini bukan kali pertama Katie dihujat karena menghina agama Islam atau pihak lain. Sebelumnya ia juga pernah berkicau di Twitter tentang pandangannya terhadap bulan Ramadhan, bulan suci umat Islam sedunia secara sarkastis.
Seperti dilansir nationalheadlines, Katie berkicau, "Ramadhan biasanya diikuti dengan kekerasan di Timur tengah. Saya marah jika saya tidak makan, tapi saya tidak peduli dengan ini. Agama cinta damai?“ kicaunya.
Selain itu, Katie juga meng-up load gambar makanan dan kembali berkicau, “Kalian merayakan Ramadhan? Ini gambar kue lezat. Rainbow cake. #itsgoodtobegay.”
Di tahun 2013, Katie pernah mengatakan, “Big isn’t beautiful.” Kalimat ini kemudian dianggap penghinaan terhadap orang-orang gemuk.
Laporan Terkait Insiden Penembakan Trem di Utrecht
Polisi Belanda sesaat pasca kejadian mengkonfirmasi bahwa tiga tewas dan lima lainnya cedera dalam insiden tersebut.
Seorang pria Turki berusia 37 tahun dilaporkan telah ditahan. Polisi menduga motif penembakan yang terjadi dalam trem di pusat kota Utrecht pada Senin (18/3/2019) pagi sekira pukul 10.45 waktu setempat, terkait dengan “teroris”.
Seorang pria Turki berusia 37 tahun dilaporkan telah ditahan. Polisi menduga motif penembakan yang terjadi dalam trem di pusat kota Utrecht pada Senin (18/3/2019) pagi sekira pukul 10.45 waktu setempat, terkait dengan “teroris”.
Pun demikian, Kepolisian setempat terus menyelidiki motif sesungguhnya dibalik insiden berdarah dimaksud, baik dari terduga pelaku yang sudah ditangkap maupun dari saksi-saksi di lokasi kejadian.[]
* Dihimpun dari berbagai sumber.




0 Comments